DENPASAR, VOKS RADIO BALI 99,3 FM – Radio masih menjadi bagian dari keseharian masyarakat Bali. Di tengah semakin banyaknya pilihan media digital, hasil riset Radio Landscape Bali 2026 menunjukkan bahwa kebiasaan mendengarkan radio tetap kuat, bahkan banyak pendengarnya berasal dari generasi muda.
Riset yang dilakukan RADAR bersama PD PRSSNI Bali pada Juni–Juli 2026 mencatat, 75,9% pendengar radio di Bali merupakan kelompok Milenial dan Gen Z. Milenial berada di angka 42,3%, sedangkan Gen Z mencapai 33,6%.
Temuan ini menjadi gambaran bahwa radio tidak hanya menjadi teman bagi generasi sebelumnya, tetapi juga tetap mampu menemani aktivitas generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.
Radio Tetap Menjadi Bagian dari Keseharian
Bali sendiri memiliki posisi kuat dalam peta pendengar radio nasional. Berdasarkan data BPS 2024 yang dicantumkan dalam siaran pers PD PRSSNI Bali, Bali menjadi provinsi dengan persentase pendengar radio tertinggi di Indonesia, yaitu 23,64%.
Riset terbaru RADAR kemudian memperlihatkan bagaimana pola tersebut berkembang. Responden penelitian paling banyak berasal dari Kota Denpasar sebesar 41,04% dan Kabupaten Badung sebesar 24,30%.
Radio pun tidak hanya didengarkan untuk hiburan. Musik menjadi program yang paling diminati dengan 40,87%, namun berita berada di posisi berikutnya dengan 14,74%, disusul talkshow 10,67% dan program kesehatan 8,05%.
Angka tersebut menunjukkan bahwa bagi pendengar, radio tetap memiliki ruang untuk menghadirkan hiburan sekaligus informasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dari Radio Konvensional ke Digital
Cara masyarakat menikmati radio juga ikut berubah.
Meski 46,7% responden masih memilih radio konvensional, sebanyak 53,3% sudah mengakses radio melalui platform digital, seperti streaming, media sosial dan website.
Smartphone menjadi perangkat utama yang digunakan pendengar dengan persentase 68,4%. Hal ini menunjukkan bahwa radio kini bisa hadir lebih fleksibel, mengikuti mobilitas pendengarnya.
Pendengar tidak harus berada di depan perangkat radio untuk tetap terhubung dengan siaran. Selama memiliki akses internet dan perangkat digital, siaran dapat menemani berbagai aktivitas mereka.
Sore hingga Malam Jadi Waktu Favorit
Riset RADAR juga menemukan perubahan menarik dalam kebiasaan waktu mendengarkan radio.
Puncak pendengar berada pada pukul 15.00–18.00 WITA sebesar 20,75%, kemudian 18.00–21.00 WITA sebesar 18,65%. Jika digabungkan, periode sore hingga malam tersebut mencapai 39,4%.
Waktu ini bertepatan dengan berbagai aktivitas masyarakat setelah menjalani rutinitas harian, mulai dari perjalanan pulang hingga waktu bersantai bersama keluarga.
Bagi radio, perubahan tersebut menjadi kesempatan untuk terus menghadirkan program yang relevan dengan ritme kehidupan pendengar.
Radio Bali Bersiap Melangkah Lebih Jauh
Transformasi radio di Bali juga tidak berhenti pada kehadiran di media sosial maupun layanan streaming.
PD PRSSNI Bali menyampaikan rencana peluncuran Portal Streaming Radio PRSSNI Bali, sebuah portal terpadu yang nantinya memungkinkan masyarakat mengakses siaran radio anggota melalui satu pintu. Portal tersebut juga dirancang untuk menyediakan pemantauan siaran secara real-time serta statistik pendengar bagi mitra pengiklan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya radio di Bali untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan kekuatan utamanya: kedekatan dengan pendengar.
Di Hari Radio Nasional 11 September 2026, data RADAR menjadi salah satu gambaran bahwa radio di Bali masih hidup, berkembang, dan terus mencari cara baru untuk hadir di tengah masyarakat.
Editor: Muhammad Zharfan
Sumber : Siaran Pers PD PRSSNI Bali & Hasil Survei Radio Landscape Bali 2026 oleh RADAR



