Hari Radio Nasional 2026, Riset RADAR Ungkap Radio di Bali Makin Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Share this post:

DENPASAR, VOKS RADIO BALI 102 FM – Radio ternyata masih punya tempat kuat di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin lekat dengan media digital. Menjelang Hari Radio Nasional 11 September 2026, riset Radio Landscape Bali 2026 dari RADAR bersama PD PRSSNI Bali menunjukkan bahwa pendengar radio di Bali justru didominasi generasi muda.

Berdasarkan survei periode Juni–Juli 2026, sebanyak 75,9% pendengar radio di Bali berasal dari kelompok Milenial dan Gen Z. Rinciannya, Milenial usia 30–45 tahun mencapai 42,3%, sementara Gen Z usia 14–29 tahun berada di angka 33,6%.

Temuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa radio sudah mengalami perubahan karakter. Radio tidak lagi sekadar identik dengan media konvensional, tetapi berkembang mengikuti pola konsumsi media generasi yang tumbuh bersama teknologi digital.

Radio Bali Masuk Era Mobile-First

Perubahan tersebut terlihat dari cara masyarakat mengakses siaran radio.

Riset RADAR mencatat 53,3% pendengar telah mengakses radio melalui kanal digital, mulai dari streaming, media sosial hingga website. Sementara radio konvensional masih menjadi pilihan bagi 46,7% responden.

Smartphone menjadi perangkat yang paling banyak digunakan untuk mengakses radio dengan angka 68,4%, jauh di atas laptop atau PC sebesar 20,3% dan Smart TV 11,2%.

Artinya, pengalaman mendengarkan radio kini tidak lagi terpaku pada perangkat radio di rumah atau kendaraan. Pendengar bisa tetap terhubung dengan siaran melalui perangkat yang selalu mereka bawa sehari-hari.

Kondisi ini juga sejalan dengan kebiasaan konsumsi media masyarakat Bali. Selain radio, 46,7% responden paling sering mengakses media sosial, sementara 34,3% mengakses internet. Secara keseluruhan, 81% responden lebih sering menggunakan media sosial dan internet dibandingkan media konvensional.

Prime Time Radio Bergeser ke Sore-Malam

Menariknya, riset ini juga menunjukkan perubahan pada waktu masyarakat paling banyak mendengarkan radio.

Periode 15.00–18.00 WITA menjadi waktu dengan persentase pendengar tertinggi, yakni 20,75%, disusul pukul 18.00–21.00 WITA sebesar 18,65%. Jika digabungkan, rentang pukul 15.00–21.00 WITA menyumbang 39,4% aktivitas mendengarkan radio.

Pergeseran ini menggambarkan kebiasaan masyarakat setelah menyelesaikan aktivitas utama, mulai dari perjalanan pulang kerja hingga waktu bersantai pada malam hari.

Bagi industri radio dan dunia usaha, perubahan tersebut menjadi data penting untuk menentukan waktu program unggulan sekaligus strategi komunikasi kepada audiens.

Bali Masih Jadi Provinsi dengan Pendengar Radio Tertinggi

Eksistensi radio di Bali juga diperkuat oleh data BPS 2024 yang disebut dalam siaran pers PD PRSSNI Bali. Bali tercatat sebagai provinsi dengan persentase pendengar radio tertinggi secara nasional, mencapai 23,64%.

Sementara itu, riset RADAR 2026 menunjukkan basis pendengar radio Bali cukup menarik dari sisi profil audiens. Sebanyak 42,8% pendengar memiliki pendidikan Diploma/Sarjana dan 10,2% Pascasarjana. Dari sisi pekerjaan, karyawan swasta menjadi kelompok terbesar dengan 50,2%.

Dari sisi konten, musik masih menjadi alasan utama masyarakat mendengarkan radio dengan 40,87%, disusul berita 14,74% dan talkshow 10,67%. Untuk genre, Pop Indonesia/Top 40 menjadi pilihan tertinggi dengan 24,54%.

PRSSNI Bali Siapkan Portal Streaming Terpadu

Melihat perubahan perilaku audiens tersebut, PD PRSSNI Bali juga tengah menyiapkan Portal Streaming Radio PRSSNI Bali.

Portal ini nantinya dirancang sebagai satu pintu untuk mengakses siaran radio anggota PRSSNI Bali sekaligus memberikan kemampuan pemantauan siaran secara real-time dan akses statistik pendengar bagi calon mitra pengiklan.

Ketua PD PRSSNI Bali, Prasyudyo, mengatakan perkembangan tersebut menjadi bagian dari transformasi industri radio agar semakin adaptif terhadap kebutuhan audiens dan dunia usaha.

Momentum Hari Radio Nasional tahun ini pun menjadi pengingat bahwa radio bukan sekadar bertahan di tengah perubahan media, tetapi ikut bergerak mengikuti kebiasaan audiensnya.

Editor: Muhammad Zharfan
Sumber : Siaran Pers PD PRSSNI Bali & Hasil Survei Radio Landscape Bali 2026 oleh RADAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *